Kisah Seporsi Nasi Kuning yang Ditolak

LITERASI • 15 September 2026
Kisah Seporsi Nasi Kuning yang Ditolak
Aku terhidang hangat di dalam ompreng siang ini. Aromaku semerbak, perpaduan kunyit, serai, dan daun salam yang dimasak sejak subuh oleh ibu-ibu dapur SPPG. Bersama sepotong ayam goreng keemasan dan sayur buncis yang renyah, aku siap menjadi bahan bakar terbaik untuk ototmu berlari di lapangan sekolah saat perayaan Haornas ini.

Namun, kamu hanya melirikku sekilas. "Aku tidak suka sayur," keluhmu pelan sambil menutup kembali ompreng itu rapat-rapat.

Hatiku seketika hancur. Dari celah penutup ompreng, aku melihat porsi-porsi temanku dilahap habis oleh siswa lain yang kini berlari penuh semangat, bersiap menjadi juara. Sementara aku? Aku hanya terdiam, berangsur dingin. Aku gagal memberimu tenaga. Aku bahkan tidak bisa membahagiakan ayam atau kambing milik Pak Bon sekolah, karena kamu memilih meninggalkanku utuh di meja agar diurus petugas.

Kini, aku tertumpuk di dalam plastik besar bertuliskan "RETURNS KE SPPG". Perjalananku yang panjang dan penuh gizi berakhir sia-sia di garis pengembalian. Jika saja kamu mau mencoba mencicipiku sedikit saja, mungkin hari ini kamu yang akan mencetak skor kemenangan itu, dan keberadaanku tidak terbuang tanpa makna.

Daftar Tantangan Refleksi

Soal Ke-1 Esai
+ 5 Poin Max

Berdasarkan cerita di atas, di manakah tokoh "aku" (nasi kuning) akhirnya bertumpuk karena tidak dimakan oleh tokoh "kamu"?

🔒 Hanya akun Siswa yang aktif yang dapat mengisi tantangan ini.
Soal Ke-2 Esai
+ 10 Poin Max

Berdasarkan cerita, tokoh "aku" merasa perjalanannya berakhir sia-sia dan tidak bermakna. Jelaskan dua alasan mengapa Nasi Kuning tersebut merasa demikian!

🔒 Hanya akun Siswa yang aktif yang dapat mengisi tantangan ini.
Soal Ke-3 PG Kompleks
+ 10 Poin Max

Dari cerita di atas, manakah pernyataan yang merupakan evaluasi yang benar mengenai dampak buruk dari kebiasaan pilih-pilih makanan?

🔒 Hanya akun Siswa yang aktif yang dapat mengisi tantangan ini.