Tingkatkan kemampuan analisismu dan asah kreativitasmu setiap hari bersama SINARA SMP 1 Undaan
Mulai Belajar SekarangKegiatan pembiasaan siswa hari ini adalah mengerjakan soal-soal Literasi di aplikasi SINARA.
Pernahkah kamu membayangkan bahwa botol plastik bekas yang terbuang tidak pernah benar-benar lenyap dari Bumi? Plastik di lingkungan tidak terurai secara alami, melainkan terfragmentasi oleh sinar matahari dan gelombang air menjadi partikel mikroskopis berukuran kurang dari 5 milimeter yang dikenal sebagai mikroplastik. Bahaya nyata berawal dari fenomena ini. Karena ukurannya yang sangat kecil, mikroplastik di perairan tertelanoleh plankton dan dimakan oleh ikan kecil. Ketika ikan besar memangsa ikan kecil tersebut, terjadi proses sains yang disebut biomagnifikasi. Dalam rantai makanan ini, akumulasi partikel plastik beserta senyawa kimia beracun yang diserapnya terus meningkat pada setiap tingkatan organisme. Puncak dari rantai makanan perairan tersebut sering kali adalah manusia. Saat kita mengonsumsi ikan laut atau hidangan laut lainnya, partikel mikroplastik tersebut tanpa disadari berpindah ke dalam saluran pencernaan kita. Kebenaran ilmiah ini dibuktikan oleh penelitian riset global. Studi ternama dari Vrije Universiteit Amsterdam (2022) berhasil mendeteksi partikel mikroplastik di dalam sampel darah manusia, sementara riset Hull York Medical School di Inggris menemukan serat polimer plastik PET—bahan utama botol minuman—bersarang di jaringan paru-paru manusia. Fakta ini membuktikan bahwa sampah plastik yang kita buang sembarangan pada akhirnya akan kembali dan membahayakan kesehatan tubuh kita sendiri. Memilah sampah botol plastik secara terpisah dan memakai wadah minum isi ulang (tumbler) di sekolah bukan sekadar kewajiban program Adiwiyata, melainkan langkah penting untuk memutus rantai racun mikroplastik demi melindungi diri kita. (Sumber Referensi: Vrije Universiteit Amsterdam; Hull York Medical School, UK; Journal of Hazardous Materials).
SMP Harapan Bangsa mengadakan pemilihan ketua OSIS untuk periode berikutnya. Kegiatan ini diikuti oleh siswa kelas VII, VIII, dan IX sebagai bentuk pembelajaran demokrasi di lingkungan sekolah. Panitia menyediakan bilik suara, surat suara, dan kotak suara agar pemilihan berlangsung tertib dan jujur. Dari seluruh siswa yang terdaftar sebagai pemilih, terdapat 360 siswa kelas VII, 320 siswa kelas VIII, dan 280 siswa kelas IX. Pada hari pemilihan, sebanyak 90% dari seluruh siswa menggunakan hak pilihnya. Setelah penghitungan selesai, calon nomor urut 1 memperoleh 40% suara sah, calon nomor urut 2 memperoleh 35%, dan sisanya diperoleh calon nomor urut 3. Seluruh suara yang masuk dinyatakan sah.
Membentuk Generasi Cerdas, Kritis, Kreatif, dan Berkarakter melalui Sinergi Numerasi dan Literasi di SMP 1 Undaan.
Apresiasi untuk 10 siswa dengan akumulasi poin tertinggi saat ini.
Kelas 8B
Kelas 9G
Kelas 9E
Kelas 9G
Kelas 9G
Kelas 9G
Kelas 8H
Kelas 7G
Kelas 9G
Kelas 8A
Lihat apa yang telah teman-temanmu buat!
Oleh: PUTRI TSANIA AMIRA FARKHANA
Oleh: RAYA FITRIYANI NASUTION
Oleh: NATASYA ALISYA PRATIWI