Komentarmu Cuma Satu Kalimat, Tetapi...

LITERASI • 22 September 2026
Komentarmu Cuma Satu Kalimat, Tetapi...
Saat menggunakan media sosial, kita sering melihat unggahan teman, video, foto, atau pendapat seseorang. Kadang kita ingin langsung menuliskan komentar. Menurut kita, komentar itu mungkin hanya beberapa kata. Namun, bagi orang yang membacanya, kata-kata tersebut bisa memiliki arti yang berbeda.

Suatu sore, Rani mengunggah foto hasil gambar yang dibuatnya untuk tugas seni. Ia merasa senang karena sudah menghabiskan waktu cukup lama untuk menyelesaikannya. Beberapa teman memberikan komentar positif. Namun, ada satu komentar yang berbunyi, “Gambarnya jelek banget. Kamu memang tidak bisa menggambar.”

Rani membaca komentar itu berkali-kali. Ia menjadi sedih dan mulai meragukan hasil karyanya. Padahal, orang yang menulis komentar tersebut mungkin hanya bermaksud bercanda. Rani akhirnya memilih tidak membalas dengan kata-kata kasar.

Keesokan harinya, Rani bercerita kepada Sinta. Menurut Sinta, seseorang tetap perlu memikirkan dampak komentarnya meskipun hanya menulis satu kalimat. Jika ingin memberikan kritik, kita bisa menyampaikannya dengan cara yang lebih sopan dan membantu.

Sinta memberikan contoh. Daripada menulis “Gambarnya jelek”, seseorang dapat mengatakan, “Warnanya sudah menarik. Mungkin bagian latarnya bisa dibuat lebih jelas.” Kalimat kedua tetap menunjukkan pendapat, tetapi tidak merendahkan orang yang membuat karya.

Dari kejadian itu, Rani menyadari bahwa komunikasi di dunia digital tetap membutuhkan empati. Di balik sebuah akun terdapat manusia yang memiliki perasaan. Karena itu, sebelum menekan tombol kirim, kita sebaiknya membaca kembali komentar yang akan ditulis.

Komentar yang baik bukan berarti selalu memuji. Kita tetap boleh berbeda pendapat atau memberikan kritik. Yang penting, sampaikan dengan bahasa yang sopan, alasan yang jelas, dan tujuan untuk membantu, bukan menyakiti.

Daftar Tantangan Refleksi

Soal Ke-1 Esai
+ 5 Poin Max

Apa yang diunggah Rani di media sosial?

🔒 Hanya akun Siswa yang aktif yang dapat mengisi tantangan ini.
Soal Ke-2 Esai
+ 10 Poin Max

Mengapa Sinta menyarankan agar kritik disampaikan dengan bahasa yang sopan?

🔒 Hanya akun Siswa yang aktif yang dapat mengisi tantangan ini.
Soal Ke-3 PG Kompleks
+ 10 Poin Max

sikap apa yang sebaiknya dilakukan ketika memberikan komentar di media sosial?

🔒 Hanya akun Siswa yang aktif yang dapat mengisi tantangan ini.