Putri Lopian (Kisah dari Tapanuli Tengah)
LITERASI
β’
15 July 2026
Setiap sore, Putri Lopian memanggil para sahabatnya dari balik pagar halaman istana yang berbatasan dengan hutan, lalu memberi mereka makan.
Sahabatnya yang paling dekat adalah kura-kura, yang selalu mengikutinya. Namun, si kura-kura pemalu. Jika ada orang lain, si kura-kura akan bersembunyi, berpura-pura jadi batu.
Suatu pagi, ketika dia sedang menemui teman-temannya di tepi hutan, gempa besar terjadi. Suasana kacau balau, penghuni istana berlarian keluar. Orang tuanya tidak ada! Kelinci dan rusa mendatanginya, menarik-narik kainnya agar dia ikut mereka ke arah hutan, menjauhi pantai.
Sementara itu, orang-orang malah berlarian ke laut sambil membawa keranjang, berteriak, βIkan! Banyak ikan di pantai!β
Tiba-tiba saja gelombang dahsyat datang dari arah laut. Semua tersapu! Putri Lopian juga. Di mana-mana hanya ada air!
Sebongkah batu muncul di dekatnya. Ternyata itu si kura-kura. Putri Lopian berpegangan ke tempurung sahabatnya. Kura-kura membawanya berenang ke dataran tinggi, dan hewan lain membantu menariknya.
Akhirnya dia selamat! Sayang sekali, Putri Lopian tidak dapat menemukan orang tuanya. Namun, sahabat-sahabatnya menjadi pelipur lara. Hingga dewasa, dia masih menyayangi hewan-hewan itu.
Daftar Tantangan Refleksi
Soal Ke-1
+ 10 Poin Max
Siapa sahabat Putri Lopian yang mendatangi dan menarik-narik kainnya?
π Hanya akun Siswa yang aktif yang dapat mengisi tantangan ini.
Soal Ke-2
+ 10 Poin Max
Apa yang dilakukan kura-kura dan Putri Lopian setelah gempa besar terjadi?
π Hanya akun Siswa yang aktif yang dapat mengisi tantangan ini.
Soal Ke-3
+ 10 Poin Max
Berdasarkan isi cerita tersebut, apa yang membuat Putri Lopian selamat dari gelombang dahsyat?
π Hanya akun Siswa yang aktif yang dapat mengisi tantangan ini.