Tingkatkan kemampuan analisismu dan asah kreativitasmu setiap hari bersama SINARA SMP 1 Undaan
Mulai Belajar SekarangKegiatan pembiasaan siswa hari ini adalah mengerjakan soal-soal Literasi di aplikasi SINARA.
Pernahkah kamu berpikir bahwa ejekan verbal, tatapan sinis, atau dorongan fisik yang dianggap "candaan" sebenarnya meninggalkan jejak bahaya di dalam otak seseorang? Riset dari Harvard Medical School menunjukkan bahwa perundungan (bullying)โbaik verbal, fisik, maupun pengucilan sosialโmemicu penderitaan nyata di dalam otak korban. Saat seseorang dihina atau dikucilkan, otak mengaktifkan area dorsal anterior cingulate cortex, yaitu jaringan saraf yang sama persis saat merespons rasa sakit fisik akibat patah tulang atau luka bakar. Artinya, kata-kata kasar dan pengucilan sosial memberikan rasa sakit mental yang sama hebatnya dengan pukulan fisik. Jika terjadi terus-menerus, hal ini merusak konsentrasi belajar, memicu depresi berat, hingga berakibat fatal bagi kesehatan jiwa. Sebagai pelajar berkarakter di SMP 1 Undaan, kita wajib menghentikan kebiasaan mengolok-olok fisik, menyebarkan rumor bohong, memukul, atau mengucilkan teman. Sebaliknya, kita harus menumbuhkan empati dengan membayangkan perasaan orang lain sebelum bertindak, mengontrol diri agar tidak menjadikan kelemahan teman sebagai bahan tertawaan, serta berani menjadi pelindung (upstander). Bagi korban, jangan pernah takut bersuara karena kamu berhak atas rasa aman dan masa depanmu. Jika melihat atau mengalami perundungan, segera laporkan kepada Wali Kelas, Guru BK, atau gunakan aplikasi SI-ALBI (Sistem Anti Bullying Interaktif SMP 1 Undaan). Melalui SI-ALBI, laporanmu dikirim secara rahasia langsung ke Guru BK dengan identitas yang terjamin terlindungi.Ingatlah, kehebatan seorang pelajar tidak diukur dari seberapa banyak orang yang takut padanya, melainkan seberapa aman orang lain berada di dekatnya.
Dalam rangka memperingati World Cleanup Day (Hari Bersih-Bersih Sedunia), siswa SMP Negeri 1 mengadakan aksi pemilahan dan pengelolaan sampah di lingkungan sekolah. Siswa kelas VIII dibagi menjadi beberapa kelompok untuk mengumpulkan dan menimbang sampah berdasarkan kategorinya: plastik, kertas, dan organik. Kelompok B bertugas mengelola sampah plastik dan kertas yang berhasil dikumpulkan. Mereka mencatat total sampah yang terkumpul sebanyak 80 kg. Dari keseluruhan sampah tersebut, 40% merupakan sampah plastik, sedangkan sisanya adalah sampah kertas. Untuk mengurangi dampak lingkungan, sampah plastik tersebut dijual ke Bank Sampah Desa seharga Rp6.000 per kg. Sementara itu, sampah kertas diolah kembali oleh siswa menjadi 24 buah buku catatan daur ulang yang unik. Seluruh buku catatan daur ulang tersebut dipamerkan pada bazar sekolah dan habis terjual dengan harga Rp12.000 per buah.
Membentuk Generasi Cerdas, Kritis, Kreatif, dan Berkarakter melalui Sinergi Numerasi dan Literasi di SMP 1 Undaan.
Apresiasi untuk 10 siswa dengan akumulasi poin tertinggi saat ini.
Kelas 9E
Kelas 8B
Kelas 9G
Kelas 9G
Kelas 9G
Kelas 9B
Kelas 8H
Kelas 9G
Kelas 7G
Kelas 9G
Lihat apa yang telah teman-temanmu buat!
Oleh: PUTRI TSANIA AMIRA FARKHANA
Oleh: RAYA FITRIYANI NASUTION
Oleh: NATASYA ALISYA PRATIWI